Aku adalah Chris
Umurku tiga tahun
Aku suka menyanyi
Aku juga suka menulis
Klakson mobil ayahku berbunyi
Aku langsung bersembunyi
Seketika itu aku menangis
Ayahku melihatku menangis
Ia memukulku, mencubitku
Hingga merah tangan-kakiku
Aku meringis kesakitan
Karena ayahku berbuat itu
Tanganku ditarik dan dilempar
ke dinding yang sekeras batu
Tulang tulang tubuhku patah
Seketika, aku tak berdaya
Aku adalah Chris
Umurku tiga tahun
Ternyata malam ini juga
Ayahku t'lah membunuhku
Kini aku t'lah meninggalkanmu
Di alam yang berbeda denganmu
Selamat tinggal, keluargaku
Selamat tinggal, dunia.....
Oleh: Ratrya Khansa Amira (Rara)
Sampit, 12 Juni 2010
Puisi asli :
Nama-ku Chris,
Umur-ku tiga tahun,
Mata-ku bengkak.
Aku tidak bisa melihat.
Aku pasti anak yang bodoh,
Aku pasti anak yang nakal,
Apalagi yg dapat membuat,
Ayahku menjadi marah.
Aku berharap, keadaanku lebih baik,
Aku berharap, aku tidak jelek,
Jadi mungkin ibu-ku,
Akan tetap mau memeluk-ku.
Aku tidak bisa melakukan kesalahan,
Aku tidak diperbolehkan bicara sama sekali,
Atau..Aku akan dikurung ,
Sepanjang hari.
Ketika aku bangun,
Aku sendirian,
Rumah ini sangat gelap,
Keluarga-ku tidak ada dirumah.
Ketika ibu-ku pulang ke rumah,
Aku mencoba untuk menjadi baik,
Jadi aku mungkin hanya mendapatkan,
Satu cambukan dimalam hari.
Aku barusan mendengar suara mobil,
Ayahku baru pulang,
Dari Diskotik..
Aku mendengar sumpah serapahnya,
Nama-ku dipanggilnya,
Aku menekan diriku sendiri,
Merapat kedinding.
Aku mencoba untuk sembunyi,
Dari mata jahatnya,
Aku sangat ketakutan sekarang,
Aku mulai menangis.
Dia menemukan-ku sedang menangis,
Memanggilku dengan kata-kata buruk,
Dia mengatakan kalau semua itu adalah kesalahan-ku,
Atas penderitaannya dikantor.
Dia menamparku dan memukulku,
Dan berteriak lebih banyak lagi kepada-ku,
Akhirnya aku dapat bebas,
Dan lari menuju kepintu.
Dia sudah mengunci pintunya,
Aku mulai berteriak histeris,
Dia menarik-ku dan melemparkan-ku,
Pada dinding kamar yang keras.
Aku jatuh kelantai,
Dengan tulang yang patah,
Dan ayahku masih melanjutkannya,
Dengan lebih banyak lagi kata kata kotor yang diucapkan.
"Maafkan Aku, Ayah" teriak-ku,
Tetapi itu sudah sangat terlambat,
Wajahnya sudah berubah,
Menjadi bentuk yang tidak bisa terbayangkan.
Penderitaan dan rasa sakit,
Lagi dan lagi.
Oh Tuhan, berikan belas kasihan-Mu,
Oh..Biarlah ini cepat berlalu.
Dan akhirnya Diapun berhenti,
Dan menuju ke pintu kamar,
Ketika aku terbaring disana, tanpa bisa bergerak,
Tergeletak dilantai.
Nama-ku Chris,
Umur-ku tiga tahun,
MalaM ini ayahku,
Membunuh-ku.
Dan engkau dapat menolong,
Memuakkan bagi jiwa-ku,
Jika engkau membaca ini,
Dan tidak memceritakannya kembali.
Aku berdoa untuk pengampunan-mu,
Ketika engkau akan menjadi,
Seorang yang tidak punya hati,
Yang tidak terpengaruh,
Oleh puisi ini.
Dan karena engkau terpegaruh,
Lakukan sesuatu.
(FROM : http://www.mail-archive.com/aga-madjid@googlegroups.com/msg26333.html )
Ini kamu yang buat?
BalasHapus@Dica: Iya
BalasHapus